Rencana Penarikan Dana Bulanan (PPDH) | KPPN Metro

Rencana Penarikan Dana Harian yang selanjutnya disingkat RPD Harian atau APS adalah rencana penarikan kebutuhan dana harian yang memuat tanggal penarikan dana, jenis belanja, dan jumlah nominal penarikan yang ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan disampaikan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam rangka pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang masuk dalam kategori transaksi besar.
Rencana Penarikan Dana Bulanan yang selanjutnya disingkat RPD Bulanan atau PPDH adalah rencana penarikan kebutuhan dana bulanan yang ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dalam rangka pelaksanaan kegiatan satuan kerja dalam periode 1 (satu) tahun yang dituangkan dalam DIPA.

Dasar Hukum:

  • Peraturan Pemerintah No.45 tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 197/PMK.05/2017 tentang Rencana Penarikan Dana, Rencana Penerimaan Dana, dan Perencanaan Kas
  • Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-23/PB/2021 tentang Penyampaian Rencana Penarikan Dana pada Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021
  • Nota Dinas Direktur Pengelolan Kas Negara Nomor ND-147/PB.3/2021 tentang Penyampaian Rencana Penarikan Dana pada Pelaksanaan Anggaran Tahun 2021

Ketentuan Umum:

Guna mendukung kelancaran pelaksanaan anggaran tahun 2021 melalui proyeksi kas yang lebih baik, Rencana Penarikan Dana (RPD) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 197/PMK.05/2017 diterapkan kembali dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Satuan Kerja (Satker) menyusun RPD bulanan sesuai dengan halaman III
  2. Satker merinci RPD bulanan ke dalam rencana pencairan dana sesuai tanggal jatuh tempo pembayaran.
  3. Berdasarkan RPD tersebut, Satker menyusun rencana pencairan dana berdasarkan nilai pembayaran serta menyampaikannya ke KPPN.
  4. Satker dapat melakukan update/perubahan RPD sebelum pencairan.
  5. Apabila terdapat kebutuhan yang penting dan mendesak, dapat diajukan dispensasi RPD kepada Kepala KPPN.

Bentuk Pemutakhiran RPD atas PPDH:

RPD Harian dapat di-update atau diubah paling lambat 1 hari kerja sebelum tanggal pencairan pada komponen:
  1. Nilai : dapat bertambah atau berkurang;
  2. Jenis Belanja : dapat diubah antar jenis belanja;
  3. Jatuh tempo : dapat dipercepat atau dimundurkan; dan
  4. Valuta : dapat berubah antar valuta IDR/USD/EUR/JPY.

PPDH pada Aplikasi SAS

RPD dan PPDH pada Aplikasi SAS

  1. Pada saat pertama kali membuka menu PPDH, secara otomatis data rencana penarikan dana (PPDH) terbentuk selama satu tahun (per bulan, per tanggal dan per jenis belanja) sesuai formula yang telah ditentukan oleh Direktorat Pengelolaan Kas Negara (PKN) berdasarkan data halaman 3 DIPA.
  2. Data PPDH tersebut dapat disesuaikan oleh PPK sesuai kalender kegiatan masing-masing PPK per bulan, pertanggal dan jenis belanjanya.
  3. Total nilai akumulasi PPDH yang dibuat dari Januari /sd Desember 2021, tidak dapat melebihi total jumlah halaman 3 DIPA/Pagu dalam DIPA kecuali akun belanja 51,
  4. Sisa pagu per jenis belanja setelah dibuatkan PPDH per bulan, pertanggal dan per jenis belanja pada bulan Desember harus bernilai 0 (nol).
  5. Khusus PPDH bulan Januari s/d Maret, saat perekaman PPDH pertama kali agar dilakukan penyesuaian Realisasi dengan catatan bahwa, data SPP/SPM telah dilakukan pencatatan SP2Dnya.
  6. Data PPDH menjadi dasar untuk perekaman RPD/Renkas dengan nilai diatas Rp 5 milyar, jika dalam perhitungan PPDH tidak terdapat nilai Rp 5 milyar (kurang), maka dapat dilakukan edit kembali atas PPDH yang telah dibuat.
  7. Perekaman data RPD/Renkas, dibuat pada menu tersendiri (menu RPD/Renkas >5 Milyar).
  8. Setiap kali perekaman RPD/Renkas dengan nilai Rp 5 milyar atau lebih, maka akan dilakukan cek terhadap PPDHnya per tanggal RPD tersebut. Jika tidak ada/kurang, maka akan ditampilkan pesan ketersedian dana PPDH tersebut.
  9. Perubahan terhadap RPD/Renkas yang telah direkam, telah disesuaikan dengan ketentuan dalam surat Dirjen Perbendaharaan Nomor S-23/PB/2021.
  10. Setiap perubahan PPDH dan RPD, harus dikirimkan hari itu juga ke aplikasi SPRINT agar nilai PPDH dan RPD dapat terupdate pada sistem SPRINT yang nantinya akan menjadi validasi saat pengajuan SPM ke KPPN.
Rekam PPDH pada Aplikasi SAS
Untuk melakukan perekaman PPDH, level PPK/SPP pada menu RPD Harian-> RUH data PPDH seperti gambar dibawah ini :

Penjelasan menu diatas :
  1. Pada baris tanggal dan kolom isian jenis belanja otomatis akan muncul saat perekaman pertama kali (data tersebut sesuai perhitungan yang telah ditentukan sebagimana penjelasan diatas), dapat dilakukan perubahan sesuai kebutuhan dan kalender kegiatan PPK, jika sudah terisi semua (dapat dikosongkan jika tidak ada rencana pencairan) dari tanggal satu sampai dengan tanggal terakhir bulan berkenaan, klik tombol Simpan.
  2. Jika pada bulan Desember, pada text baris Sisa Pagu harus berjumlah 0 (nol), kecuali belanja pegawai boleh lebih/minus. Seperti gambar dibawah ini.
  3. Isian pada poin 2 menunjukan total PPDH per Bulan dan per jenis Belanja, PPDH s/d Bulan Lalu, Total DIPA dan Sisa Pagu (Total Pagu – Total PPDH Perbulan – PPDH s/d Bulan Lalu).
  4. Pengiriman PPDH/RPD pada pilihan tersebut akan muncul jika setting database PPK dan PPSPM terpisah, kiriman tersebut di sampaikan ke PPK Konsolidator oleh masing-masing PPK. Jika database gabung, tidak perlu ada pengiriman, sudah otomatis terbaca oleh PPK Konsolidator. Data PPDH per PPK, selama 12 bulan dapat dikirimkan ke PPK Konsolidator hanya jika sisa pagu total dikurangi PPDH total sama dengan 0 (nol), kecuali akun belanja Pegawai, boleh lebih, sebagaiman penjelasan pada poin 1 diatas.
    Format file pengiriman PPDH oleh PPK adalah :
    rpd_yyyy_xxxxxx_zz.ppk
    yyyy= tahun
    xxxxxx= kode satker
    zz= kode PPK
  5. Tombol Realisasi digunakan untuk melakukan penyesuaian PPDH yang telah lalu, jika tidak ada realisasi, tehadap PPDH per baris tanggal dan kolom jenis akan diisi dengan 0 (nol). Realisasi yang dibaca adalah realisasi yang telah dilakukan pencatatan nomor SP2D per tanggal PPDH dan jenis belanja sama.

Upload PPDH dan RPD melalui SPRINT

Pengiriman PPDH dan RPD ke KPPN (melalui SPRINT)

Untuk melakukan perekaman RPD/Renkas harian, pada level PPK menu RPD Harian-> Kirim PPDH/RPD ke KPPN, sebagaimana pada gambar dibawah ini :
Penjelasan :
  1. Pilih bulan Desember untuk pengiriman, hal ini untuk mengetahui Sisa Pagu Total dikurangi PPDHL total sudah 0 (nol), kalau belum 0 (nol), maka tidak bisa dilakukan pengiriman. Khusus akun 51 dikecualikan, meskipun pada bulan Oktober atau Desember telah minus, maka tetap dapat mebuat pengiriman PPDH.
  2. Pada text Sisa Pagu, jika pengisian data PPDH dari masing-masing PPK sudah benar, seharunya akan menjadi 0 (nol).
  3. Pengirman dapat dilakukan ke media lain, misal ke flaskdisk. Saat ini sudah terdefault ceklist bulan dari 1-12, maka file PPDH juga akan terbentuk sebanyak 12 file.
  4. Format file ADK bentukan hasil pengiriman tersebut dengan format :
    • rpdh_mm_yyyy_xxxxxx.LLAT
    • mm= bulan
    • yyyy= tahun
    • xxxxxx= kode satker
  5. Tombol ini digunakan untuk menerima data PPDH/RPD dari PPK, extensi file yang digunakan adalah .ppk, seperti gambar dibawah ini :
    • Pilih file dan klik tombol buka.
  6. Tombol Rekap PPK digunakan oleh PPK Konsolidator untuk membantu melihat data-data PPK yang telah mengirimkan data PPDH nya. Jika di klik, akan muncul data PPK sebagimana gambar dibawah ini :

 

 

150 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini