Belanja Persediaan | KPPN Metro

Setelah diterbitkannya surat Direktur APK nomor S-6478/PB.6.2015 tentang Penggunaan Akun Belanja Yang Menghasilkan Persediaan, serta dalam rangka pelaksanaan akuntansi pemerintah pusat berbasis akrual, saat ini terdapat pemisahan akun belanja yang menghasilkan persediaan dan yang tidak.

Jika dilihat dari bentuk barangnya, sebenarnya tidak ada perbedaan antara barang yang menghasilkan persediaan atau tidak. Yang membedakan adalah niat awalnya (intention) pada saat penyusunan perencanaan kegiatan dan penyusunan RKAKL. Barang-barang yang memang direncanakan akan habis pada satu kegiatan, tidak boleh dialokasikan menjadi belanja barang yang menghasilkan persediaan.

Suatu barang dapat digolongkan sebagai barang persediaan apabila :
  1. Barang tersebut dipakai tidak secara sekaligus, atau tidak habis dalam sekali pakai.
  2. Perencanaan pengadaan barang tersebut bersifat kontinu atau berkelanjutan, tidak hanya untuk satu kali kegiatan saja.
  3. Barang tersebut disimpan dalam gudang atau tempat penyimpanan yang dipersamakan

Suatu barang dapat dikategorikan sebagai persediaan bukan terbatas hanya pada suatu Output Layanan Perkantoran saja, namun bisa terdapat pada output lain sepanjang memenuhi kriteria barang yang perencanaan awalnya bersifat kontinu.

Apabila tidak memenuhi kriteria tersebut, maka dicatat menggunakan belanja barang yang tidak menghasilkan persediaan.

Berdasarkan akun belanja pembentuknya, persediaan terdiri dari :

  1. Barang Persediaan Konsumsi (5218xx), antara lain :
    • 521811  –  Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi
    • 521812  –  Belanja Barang Persediaan Amunisi
    • 521813  –  Belanja Barang Persediaan Pita Cukai, Materai dan Leges
    • 521821  –  Belanja Persediaan Bahan Baku
    • 521822  –  Belanja Barang Persediaan Barang Dalam Proses
    • 521831  –  Belanja Barang Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga
    • 521832  –  Belanja Barang Persediaan Lainnya
  2. Barang Persediaan dalam Rangka Pemeliharaan (523xxx), antara lain :
    • 523112  –  Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Gedung dan Bangunan
    • 523123  –  Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
    • 523134  –  Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
    • 523135  –  Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Irigasi
    • 523136  –  Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Jaringan
    • 523191  –  Belanja Barang Persediaan Pemeliharaan Lainnya
  3. Barang Persediaan untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda (526xxx/527xxx);
  4. Barang Persediaan dalam Rangka Bansos (57xxx2);
  5. Barang Persediaan Lainnya (58xxxx)

Penyebab munculnya “Persediaan/Aset Belum Diregister”

  1. Aplikasi SIMAK/Persediaan salah input nilai rupiah
  2. Aplikasi SIMAK/Persediaan salah menu saat perekaman
  3. Perekaman pada Aplikasi Persediaan salah kode barang
  4. Kesalahab Akun saat membuat SPM. Misal: Persediaan dibeli pake akun bukan persediaan (Bisa 52, bisa 53, 57) dan kebalikannya
  5. Aset Tetap/Persediaan belum dibayar (belum terbit SPM/SP2D)nya, karena:
    • Utang
    • Ada kuitansi yang belum di GU-kan (GU lintas bulan)
  6. Hibah bentuk barang
  7. Ekstrakomptabel
  8. Tidak menghasilkan Aset

Akun “Belum Diregister”

  1. Akun “Belum Diregister” hanya boleh ada pada Laporan Keuangan Interim (Bulanan/Triwulanan/Semesteran), penyebabnya misal :
    1. pembelian Persediaan/Aset yang menggunakan Dana Uang Persediaan (UP)/LS, yang pada periode tersebut belum diajukan/diterbitkan SPM/SP2D GUP/LS-nya
    2. Pembelian dengan utang/cicilan, dll.
  2. Pada Laporan Keuangan Tahunan tidak boleh ada.

Solusi memperbaiki “ Persediaan Belum Diregister” bernilai POSITIF (+) (pada NERACA PERCOBAAN di kolom DEBET)

Penyebabnya adalah belanja dengan akun persediaan namun tidak menghasilkan persediaan.

Maksudnya, di SPM direkam dengan menggunakan akun persediaan namun barangnya TIDAK DIREKAM atau belum dilakukan pencatatan di Aplikasi Persediaan.

  • SOLUSI 1 : Rekam ulang di Aplikasi Persediaan, lalu dikirim ulang lagi mulai dari bulan Januari ke SIMAK-BMN dan SAIBA.
  • SOLUSI 2 : Jurnal Penyesuaian Kategori 19 :
    • Debet : beban (sesuai akun)
    • Kredit : Persediaan yang belum diregister
  • SOLUSI 3 : Jika jurnal tersebut di atas tidak tersedia, maka lakukan perekaman jurnal penyesuaian dengan membalik Debet dan Kredit di atas namun dengan nominal MINUS/NEGATIF

——————————————————————————————————————————————————————————–

Solusi memperbaiki “ Persediaan Belum Diregister” bernilai NEGATIF (-) (pada NERACA PERCOBAAN di kolom KREDIT)

Ada belanja persediaan dengan akun selain persediaan. (contoh : pembelian persediaan ATK menggunakan akun 521211 namun barangnya direkam di Aplikasi Persediaan)

Maksudnya adalah sudah dilakukan perekaman/pencatatan barang di Aplikasi Persediaan namun SPMnya dibuat dengan TIDAK MENGGUNAKAN akun Persediaan

  • SOLUSI 1 : Cek ulang apakah SPM sudah diimport dari SAS ke SAIBA
  • SOLUSI 2 : Ralat akun di SPM menjadi akun persediaan jika memang barang tersebut termasuk kategori Barang Persediaan.
  • SOLUSI 3 : Hapus data di Aplikasi Persediaan jika memang barang tersebut bukan termasuk kategori Barang Persediaan
  • SOLUSI 3 : Kalau karena belanja dari UP yang belum di-SPJ-kan, biarkan saja karena nanti akan hilang setelah pengajuan SPM-GUP pada bulan/semester berikutnya
  • SOLUSI 4 : Jika masih gagal, bisa dengan merekam Jurnal Penyesuaian Kategori 19 namun jurnal tersebut harus dihapus setelah SP2D-GUP diterbitkan/1 Juli (semester baru) :
    • Debet : Persediaan yang belum diregister
    • Kredit : beban (sesuai akun)

Ilustrasi :

NOURAIANKLASIFIKASIKETERANGAN
1.Pengadaan seminar kit untuk peserta diklat oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang dapat dipakai untuk beberapa kali kegiatan diklat.Belanja Barang Persediaan Konsumsi (521811)– perencanaan pengadaan secara kontinu / berkelanjutan– tidak habis dalam sekali kegiatan diklat
2.Pengadaan seminar kit untuk kegiatan Sosialisasi Aplikasi SAIBA oleh KPPN Jakarta II.Belanja Bahan (521211)– perencanaan pengadaan hanya untuk satu kali kegiatan saja.– hanya dalam sekali kegiatan sosialisasi.
3.Pengadaan perlengkapan gedung seperti engsel pintu, kunci, lampu, dll untuk pemeliharaan gedung kantor oleh KPPN KlatenBelanja Barang Persediaan untuk Pemeliharaan Gedung dan Bangunan (523112)– tidak habis dalam sekali pakai, sifatnya cadangan atau berjaga-jaga
4.Service rutin dan ganti oli untuk kendaraan dinas dibengkel resmi oleh Sekretariat Ditjen SDPPI.Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin (523121)– habis dalam sekali pakai
5.Pembelian oli pelumas dan BBM untuk peralatan genset oleh pengelola Gedung Kantor BPS ProvinsiBelanja Barang Persediaan Untuk Pemeliharaan Peralatan dan Mesin (523123)– tidak habis dalam sekali pakai, sifatnya cadangan atau berjaga-jaga.

Pertanyaan :

1.Apakah akun belanja barang operasional 5211 diganti menjadi 5281 akibat dari peraturan ini?

Jawabannya : Tidak. 

Belanja barang persediaan (5281) tidak menghilangkan akun 521111/521116/521119/521211/521219, hanya saja, jika sebelumnya dalam alokasi akun tersebut akan menghasilkan persediaan, maka yang semula berada di akun 521111/ 521116/521119/521211/521219 direvisi menjadi belanja 521811 – Belanja Barang Persediaan Konsumsi.

2. Apakah atas dasar surat tersebut, satker wajib melakukan revisi?

Jawabannya : Iya benar.

Atas perubahan tersebut, satker melakukan revisi POK, sesuai dengan PMK tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun ANggaran berjalan. Setelah dilakukan revisi, untuk pengajuan SPM ke KPPN menggunakan akun 521811.

3. Apakah setelah direvisi menjadi akun 521811 berarti akun 521111 sudah tidak ada lagi?

Jawabannya : Masih ada.

Akun 521111/521116/521119/521211/521219 tetap digunakan untuk mencatat belanja yang tidak menghasilkan barang persediaan. Sementara untuk yang menghasilkan barang persediaan dicatat di kelompok akun 5218 – Belanja Barang Persediaan.

4. Apa perbedaan akun 521811 dan 521211?

Jawabannya :

Perbedaan antara 521211 dengan 521811 adalah : Akun 521811 menghasilkan persediaan, misalnya beli ATK (kertas, pensil) untuk dipakai oleh kantor sendiri dan tidak sekali habis, disimpan di dalam gudang dan dicatat pada Aplikasi Persediaan. Sedangkan akun 521211 misal untuk fotokopi, cetak laporan atau beli seminar kit buat sosialisasi tapi langsung sekali habis (seminar kit habis dibagikan kepada peserta sosialisasi), tidak dicatat dalam Aplikasi Persediaan.

Peraturan terbaru terkait dengan BAS dapat didownload pada link di bawah ini :

Download Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : KEP-531/PB/2018 Tgl 25 Oktober 2018 tentang Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar pada link di bawah ini :

Download KEP-531/PB/2018

Download Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : KEP-211/PB/2018 Tgl 29 Maret 2018 tentang Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar pada link di bawah ini :

Download KEP-211/PB/2018

5,511 kali dilihat, 29 kali dilihat hari ini

Link Pelayanan Online
omspan
hai-djpbn
e-rekon2016
setor pajak online
setor pnbp online
Simulasi APBN
Simulasi APBN
Materi Ujian Sertifikasi
Materi Ujian Sertifikasi
Data Kunjungan
  • 7.563
  • 70.390
  • 284.642
  • 2.194.989
  • 3.440.053
  • 1.309.446
  • 17 Juli 2019