Kartu Skor Berimbang (bahasa Inggris: Balanced Scorecard, BSC) adalah suatu alat manajemen strategis yang menerjemahkan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi ke dalam kerangka operasional. BSC merupakan alat yang dipakai dalam pengelolaan kinerja di Kementerian Keuangan.

Piramida Penyelarasan Strategi

Kerangka pikir penyelarasan perencanaan strategis dan eksekusi strategi berbasis BSC di Kementerian Keuangan secara umum dapat digambarkan dalam bagan berikut ini.

Piramida Penyelarasan Strategi berbasis "Balanced Scorecard"

Piramida Penyelarasan Strategi berbasis Balanced Scorecard di Kementerian Keuangan.

Urutan piramida di atas dapat dibaca sebagai berikut:

Visi » Misi » Tujuan » Sasaran Strategis » Indikator Kinerja Utama » Inisiatif Strategis » Nilai-nilai

Visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan dan karakteristik yang ingin dicapai jauh di masa mendatang oleh suatu organisasi.

Misi adalah pernyataan tentang tujuan keberadaan dan upaya-upaya yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam mewujudkan visi.

Tujuan adalah kondisi kualitatif jangka panjang yang diinginkan sebagai tahapan dalam mewujudkan visi dan misi.

Sasaran Strategis (SS) adalah pernyataan mengenai apa yang harus dimiliki, dijalankan, dihasilkan, atau dicapai organisasi.

Indikator Kinerja Utama (IKU) adalah tolok ukur keberhasilan pencapaian SS.

Inisiatif Strategis (IS) adalah kegiatan yang digunakan sebagai cara untuk mencapai target IKU sehingga berimpikasi pada pencapaian SS.

Nilai-nilai adalah dasar dan pondasi bagi institusi Kementerian Keuangan, pimpinan, dan seluruh pegawainya dalam mengabdi, bekerja, dan bersikap.

Visi dan misi organisasi mengarahkan seluruh komponen organisasi agar memiliki gambaran/cita-cita yang sama. Hal tersebut mendasari pengambilan keputusan, perencanaan masa depan, pengkoordinasian pekerjaan-pekerjaan yang berbeda, serta mendorong inovasi ke depan. Selanjutnya, tujuan dirumuskan sebagai tahapan kualitatif untuk mewujudkan visi dan misi tersebut. Agar tujuan-tujuan tersebut lebih mudah dicapai, dirumuskan sasaran-sasaran yang mendeskripsikan kondisi spesifik dan terukur yang ingin diwujudkan pada periode tertentu.

Mengacu pada sasaran-sasaran tersebut, sasaran-sasaran strategis dirumuskan sebagai suatu prioritas yang ingin dimiliki, dijalankan dan dicapai organisasi pada periode tertentu. Untuk memastikan bahwa sasaran strategis tersebut dapat dicapai, maka perlu dilakukan manajemen atas resiko kegagalan pencapaian Sasaran Strategis (SS). Pencapaian SS tersebut diukur oleh IKU. Setiap IKU disertai dengan target yang menggambarkan kinerja yang harus dicapai. Untuk mencapai target IKU, dapat dilaksanakan kegiatan terobosan yang disebut Inisiatif Strategis (IS). Pada prinsipnya, perumusan dan pelaksanaan seluruh tahapan di atas senantiasa dilakukan dalam kerangka nilai-nilai Kementerian Keuangan.

BSC Kementerian Keuangan adalah suatu alat manajemen strategis yang menerjemahkan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategi (Renstra), ke dalam suatu Peta Strategi.

Pengelolaan kinerja berbasis BSC di Kementerian Keuangan dibagi ke dalam 6 level, yaitu:

  1. Kemenkeu-Wide : level Kementerian (Komitmen Kinerja Menteri dan Kontrak Kinerja Wakil Menteri);
  2. Kemenkeu-One : level Unit Eselon I (Kontrak Kinerja Pejabat Struktural Eselon I);
  3. Kemenkeu-Two : level Unit Eselon II (Kontrak Kinerja Pejabat Struktural Eselon II);
  4. Kemenkeu-Three : level Unit Eselon III (Kontrak Kinerja Pejabat Struktural Eselon III);
  5. Kemenkeu-Four : level Unit Eselon IV (Kontrak Kinerja Pejabat Struktural Eselon IV); dan
  6. Kemenkeu-Five : Kontrak Kinerja Staf Ahli Menteri, Tenaga Pengkaji, Pejabat Fungsional, level unit Eselon V dan Pelaksana.

Peta Strategi

Peta strategi digunakan untuk menjabarkan strategi secara visual, melalui sejumlah SS yang terangkai dalam hubungan sebab akibat, sehingga memudahkan dalam mengkomunikasikan strategi. Peta strategi menggambarkan cara pandang organisasi dari berbagai perspektif. Penyusunan peta strategi dimulai dari level Kementerian. Peta strategi pada level lebih rendah harus mengacu pada peta strategi level yang lebih tinggi.

Unit yang memiliki peta strategi adalah unit yang mendefinisikan visi dan misinya dengan jelas serta memiliki proses manajemen yang lengkap (input/sumber daya, proses internal, dan output/outcome). Peta Strategi disusun pada level Kemenkeu-Wide, Kemenkeu-One, Kemenkeu-Two dan Kemenkeu-Three tertentu. Kemenkeu-Three dimaksud adalah:

  1. Kantor Pelayanan Pajak (KPP);
  2. Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC);
  3. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN);
  4. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL); dan
  5. Unit Pelaksana Teknis (UPT) selevel Eselon III yang merupakan instansi vertikal, seperti:
    1. Pangkalan Sarana Operasi (Pangsarops);
    2. Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB); dan
    3. Balai Diklat Keuangan (BDK).

Peta Strategi terdiri dari sejumlah SS yang dikelompokkan dalam berbagai perspektif. Perspektif adalah cara pandang yang digunakan dalam BSC untuk mengelola kinerja organisasi. Ada 4 perspektif dalam BSC Kemenkeu yaitu:

  1. Perspektif Stakeholder
    Perspektif ini mencakup SS yang ingin diwujudkan organisasi untuk memenuhi harapan sehingga dinilai berhasil dari sudut pandang stakeholder. Stakeholder (pemangku kepentingan) adalah pihak internal maupun eksternal yang secara langsung atau tidak langsung memiliki kepentingan atas output atau outcome dari suatu organisasi, namun tidak menggunakan layanan organisasi secara langsung.
  2. Perspektif Customer
    Perspektif ini mencakup SS yang ingin diwujudkan organisasi untuk memenuhi harapan customer dan/atau harapan organisasi terhadap customer. Customer (pengguna layanan) merupakan pihak luar yang terkait langsung dengan pelayanan suatu organisasi.
  3. Perspektif Internal Process
    Perspektif ini mencakup SS yang ingin diwujudkan melalui rangkaian proses yang dikelola organisasi dalam memberikan layanan serta menciptakan nilai bagi stakeholder dan customer (value chain).
  4. Perspektif Learning and Growth
    Perspektif ini mencakup SS yang berupa kondisi ideal atas sumber daya internal organisasi yang ingin diwujudkan atau yang seharusnya dimiliki oleh organisasi untuk menjalankan proses bisnis guna menghasilkan output atau outcome organisasi yang sesuai dengan harapan customer dan stakeholder.

Sasaran Strategis

Sasaran Strategis (SS) hanya disusun pada unit yang memiliki peta strategi. SS harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Singkat dan jelas
    Pernyataan SS tidak berupa paragraf atau kalimat. Penjelasan terhadap uraian SS dapat dijelaskan dalam manual IKU. Pernyataan SS tidak memiliki pemahaman ganda dan selaras dengan deskripsi SS pada manual IKU.
  2. Merefleksikan kondisi ideal dan realistis yang ingin dicapai
    Pernyataan SS menggambarkan kondisi seharusnya yang ingin dicapai sesuai potensi.
  3. Dituliskan dalam bentuk pernyataan kondisional.
    Pernyataan SS bersifat kualitatif (bukan kuantitatif). Misalnya: Penerimaan pajak yang optimal (kualitatif), bukan jumlah penerimaan pajak (kuantitatif).

Kamus Balanced Scorecard

  • Actuate Perfomancesoft Views
    Software program aplikasi BSC yang digunakan dalam pelaporan kinerja. Kemenkeu dan KPK merupakan instansi pemerintah yang menggunakan aplikasi ini.
  • Administrator
    Pegawai yang bertanggung jawab atas pengelolaan software program aplikasi BSC yang digunakan di Kemenkeu.
  • Alignment/Penyelarasan
    Proses untuk menjamin bahwa SS, IKU, dan inisiatif strategis yang dibangun telah selaras dengan unit yang di atasnya dan unit yang selevel.
  • Balanced Scorecard
    Suatu sistem manajemen strategik yang secara komprehensif dapat memberikan pemahaman tentang performance organisasi. Sistem manajemen tersebut memandang unit organisasi dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta proses pembelajaran dan pertumbuhan.
  • Bobot IKU
    Besaran bobot IKU dalam suatu SS yang ditentukan oleh validitas dan degree of controllability dari IKU tersebut.
  • Cascading (Vertical Alignment)
    Proses penurunan dan penyelarasan SS, IKU, dan inisiatif strategis ke level unit organisasi yang lebih rendah.
  • Degree of Controllability
    Menunjukkan tingkat kendali dari IKU terkait yang terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

    • High
      pencapaian target IKU secara dominan ditentukan oleh unit/individu yang bersangkutan.
    • Moderate
      pencapaian target juga dipengaruhi unit/individu lain di lingkungan unit/individu yang bersangkutan dan/atau di luar unit/individu yang bersangkutan.
    • Low
      pencapaian target sangat dipengaruhi secara dominan oleh unit/individu lain di luar unit yang bersangkutan.
  • Depkeu-Wide
    Pengelolaan kinerja di tingkat Kementerian Keuangan
  • Depkeu-One
    Pengelolaan kinerja di tingkat Unit Eselon I Kemenkeu
  • Depkeu-Two
    Pengelolaan kinerja di tingkat unit Eselon II Kemenkeu
  • Depkeu-Three
    Pengelolaan kinerja di tingkat unit Eselon III Kemenkeu
  • Depkeu-Four
    Pengelolaan kinerja di tingkat unit Eselon IV Kemenkeu
  • Depkeu-Five
    Pengelolaan kinerja di tingkat pelaksana
  • Evaluasi
    Kegiatan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dan sesuai dengan rencana, serta untuk mengetahui dampak dari pencapaian tujuan tersebut.
  • Horizontal Alignment (Alignment)
    Proses untuk menjamin bahwa SS, IKU, dan inisiatif strategis yang dibangun telah selaras dengan unit yang selevel.
  • IKU Activity
    IKU yang mengukur jumlah, biaya, dan waktu dari kegiatan-kegiatan yang berdampak pada SS yang bersangkutan.
  • IKU Exact
    IKU yang ideal untuk mengukur hasil pencapaian SS yang diharapkan.
  • IKU Proxy
    IKU yang mengukur hasil tidak secara langsung, tetapi lewat sesuatu yang mewakili hasil tersebut.
  • Indikator Kinerja Utama (IKU)/Key Perfomance Indicator (KPI)
    Ukuran atau indikator yang akan memberikan informasi sejauh mana kita telah berhasil mewujudkan sasaran strategis yang telah kita tetapkan.
  • Inisiatif Strategis
    Suatu kegiatan atau beberapa langkah kegiatan yang digunakan sebagai cara untuk mencapai target IKU dan ditetapkan selama satu tahun ke depan.
  • Input
    Masukan dari suatu proses berupa sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan suatu output.
  • Lag Indicator
    Indikator yang menunjukkan outcome/result, biasanya tidak di bawah kendali unit organisasi yang bersangkutan.
  • Lead Indicator
    Indikator yang menunjukkan performance drivers (input dan proses), biasanya di bawah kendali unit organisasi yang bersangkutan.
  • Manajer Kinerja
    Pejabat yang diusulkan oleh Pimpinan Unit Eselon I untuk mendukung Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan dalam mengelola Indikator Kinerja Utama Kemenkeu yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan.
  • Manajemen Kinerja
    Pendayagunaan sumber daya dan informasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui perkembangan yang terukur berdasarkan analisis menajemen.
  • Manual IKU
    Dokumentasi menyangkut berbagai aspek mengenai IKU yang didalamnya mencakup definisi IKU, satuan pengukuran, jenis IKU, penanggung jawab IKU, kapan dilakukan pengukurannya, sumber data yang digunakan dan lain-lain yang diperlukan untuk melakukan pengukuran kinerja
  • Misi
    Kegiatan yang harus dilakukan sebagai wujud penjabaran visi yang telah ditetapkan.
  • Monitoring
    Aktivitas untuk menjamin kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dengan cara mengamati perkembangan kegiatan tersebut. Hasil monitoring digunakan untuk melaksanakan evaluasi.
  • Nilai
    Prinsip-prinsip yang menjadi pedoman perilaku bagi seluruh anggota organisasi.
  • Organization Capital
    Intangible assets yang merupakan modal organisasi berupa budaya perusahaan, kepemimpinan, keselarasan pegawai dengan tujuan strategisnya dan kemampuan untuk berbagi pengetahuan.
  • Outcomes
    Hasil kerja organisasi yang ditinjau dari dampak yang dihasilkan dari output/keluaran organisasi.
  • Output
    Nilai keluaran proses organisasi dari input yang digunakan dan merupakan hasil kerja organisasi.
  • Pengukuran Kinerja
    Proses penilaian kinerja atas dasar data-data kinerja yang telah dikumpulkan melalui indikator kinerja.
  • Perencanaan Strategis
    Merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam suatu periode waktu dengan memperhatikan potensi, peluang dan kendala yang mungkin timbul.
  • Periode Pelaporan
    Menunjukkan seberapa sering data aktual Indikator Kinerja dapat dikumpulkan. Periode ini dapat bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan.
  • Perspektif BSC
    Perspektif/cara pandang yang digunakan dalam BSC dalam pengelolaan kinerja organisasi.
  • Perspektif Financial
    Perspektif yang berorientasi pada keuangan (financial) dan perspektif yang digunakan oleh shareholder dalam rangka melakukan penilaian kinerja organisasi.
  • Perspektif Customer
    Perspektif yang berorientasi pada pelanggan karena merekalah pemakai produk/jasa yang dihasilkan organisasi.
  • Perspektif Internal Business Process
    Serangkaian aktivitas yang ada dalam organisasi untuk menciptakan produk/jasa dalam rangka memenuhi harapan pelanggan, atau langsung kepada stakeholder bagi instansi sektor publik yang tidak memiliki pelanggan.
  • Perspektif Learning and Growth
    Perspektif yang menggambarkan kemampuan organisasi untuk melakukan perbaikan dan perubahan dengan memanfaatkan sumber daya internal organisasi.
  • Perspektif Stakeholder
    Perspektif yang berorientasi pada pemangku kepentingan (stakeholder) yang secara tidak langsung memiliki kepentingan atas outcome organisasi.
  • Peta Strategi/Strategy Map
    Suatu dashboard (panel instrument) yang memetakan SS organisasi dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi organisasi.
  • Polarisasi
    Menunjukkan ekspektasi arah nilai aktual dari IKU dibandingkan relatif terhadap nilai target. Terdapat 3 jenis polarisasi, yaitu :

    • Maximize
      Nilai aktual/realisasi/pencapaian Indikator Kinerja diharapkan lebih tinggi dari target.
    • Minimize
      Nilai aktual/realisasi/pencapaian Indikator Kinerja diharapkan lebih kecil dari target.
    • Stabilize
      Nilai aktual/realisasi/pencapaian Indikator Kinerja diharapkan berada dalam suatu rentang target tertentu.
  • Realisasi
    Capaian yang diperoleh/dicapai dalam satu periode berjalan.
  • Rencana Strategi (Renstra)
    Dokumen yang memuat visi, misi, tujuan/sasaran dan program yang realistis dan mengantisipasi masa depan yang diinginkan dan dapat dicapai.
  • Sasaran Strategis (SS)
    Pernyataan tentang yang ingin dicapai (SS bersifat outcome) atau apa yang ingin dilakukan (SS bersifat proses) atau apa yang seharusnya kita miliki (SS bersifat input).
  • Strategy Management Office (SMO)
    Suatu unit kerja yang bertugas untuk membangun dan merencanakan strategi, memberikan pendidikan mengenai manajemen kinerja, melakukan penyelarasan dengan unit di bawahnya, melakukan review, juga memberikan konsultasi tentang pembangunan scorecard.
  • Strategi
    Cara untuk mencapai tujuan jangka panjang dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan organisasi.
  • Target
    Suatu ukuran yang ingin dicapai dalam waktu tertentu.
  • Validity
    Jenis-jenis IKU (Exact, proxy,activity) yang digunakan sebagai dasar pembobotan IKU.
  • Visi
    Pernyataan yang berisi gambaran keadaan organisasi yang ingin dicapai di masa datang.

291 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Link Pelayanan Online
omspan
hai-djpbn
e-rekon2016
setor pajak online
setor pnbp online
Simulasi APBN
Simulasi APBN
Materi Ujian Sertifikasi
Materi Ujian Sertifikasi
Data Kunjungan
  • 1.935
  • 33.312
  • 113.968
  • 1.674.075
  • 1.674.075
  • 501.852
  • 15 November 2018