Link Pelayanan Online
omspan
e-rekon2016
hai-djpbn
setor pajak online
setor pnbp online
#SadarAPBN
#SadarAPBN
Link Tautan
Traffic Web

Pages

Pages|Hits |Unique

  • 24 jam terakhir: 0
  • 7 hari terakhir: 0
  • Bulan ini: 0
  • Sedang online: 0

“Besok tanggal 30 Oktober 1946 adalah suatu hari yang mengandung sejarah bagi tanah air kita. Rakyat kita menghadap penghidupan baru. Besok mulai beredar Uang Republik Indonesia sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah. Mulai pukul 12 tengah malam nanti, uang Jepang yang selama ini beredar sebagi uang yang sah, tidak laku lagi. Beserta dengan uang Jepang itu ikut pula tidak berlaku uang De Javasche Bank. Dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh dengan penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita. Sejak mulai besok kita akan berbelanja dengan uang kita sendiri, uang yang dikeluarkan oleh Republik kita.”

Demikianlah ucapan Bung Hatta selaku Wakil Presiden RI dalam pidatonya di RRI Jogjakarta pada tanggal 29 Oktober 1946.

Resmi beredar pada 30 Oktober 1946, ORI (Oeang Republik Indonesia) tampil dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi.

ORI dalam sejarah kemerdekaan Indonesia telah menjalankan peranan sebagai alat yang mempersatukan bangsa Indonesia untuk bersama-sama dengan pemerintah Republik yang masih muda itu berjuang mempertahankan dan menegakkan negara Indonesia. Dengan kata lain ORI telah berperan sebagai alat perjuangan kemerdekaan, baik dalam menghimpun tenaga maupun dalam membiayai berbagai macam keperluan negara. ORI berfungsi juga sebagai alat revolusi yang mendukung dan memungkinkan pemerintah Indonesia mangatur administrasinya, mengorganisasi dan memperkuat tentaranya, memelihara keamanan dan ketertiban, mengurus kesejahteraan rakyat dalam menentang agresi Belanda

Pada tanggal 2 November 1949 rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, kala itu masih digunakan mata uang lain. Baru pada tahun 1964 dan 1971 rupiah digunakan di sana. Di daerah Timor Timur, saat masih bergabung dengan Republik Indonesia, rupiah digunakan dari tahun 1976 – 2001.

Momentum kelahiran ORI sebagai uang pertama sebagai tanda pembayaran yang sah dipilih sebagai hari lahir Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Uang adalah lambang utama suatu negara merdeka serta sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada khalayak umum, dengan demikian Kementerian Keuangan mendukung secara langsung kadaulatan Republik Indonesia yang pada saat itu masih.

Saat ini, sudah tujuh dekade yang lalu ORI diperkenalkan dan resmi menjadi alat pembayaran rakyat Indonesia, tetapi waktu yang lama janganlah sampai menggerus nilai-nilai perjuangan, kemerdekaan, dan persatuan yang telah ORI lakukan dahulu.

 

Berbagai macam kegiatan yang terkait dengan Hari Oeang Republik Indonesia dilakukan oleh unit-unit Kementerian Keuangan, baik di kantor pusat maupun unit vertikal di daerah. Tidak Ketinggalan unit-unit kementerian keuangan di daerah Kota Metro, Kabupaten Lampung tengah, dan Kabupaten Lampung Timur, serta mitra kerja unit kementerian keuangan di daerah yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BPD Bank Lampung, Pegadaian, dan banyak lagi yang ikut serta memeriahkan hari jadi
Kementerian Keuangan tersebut dengan pelbagai kegiatan.

img_0144-small

Kegiatan yang dilakukan antara lain ialah perlombaan atau kompetisi olahraga yang diikuti oleh unit-unit keuangan di daerah dari pihak KPPN, KPP, dan KPKNL Kota Metro tersebut disertai dengan Mitra kerja.

img_0123-small

 

Lalu ada pula kegiatan donor darah, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, dengan mengundang PMI Kota Metro untuk menyelenggarakan donor darah yang dilakukan pegawai-pegawai unit vertikal kementerian keuangan disertai dengan emeriksanaan kesehatan.

img_0274-small

Pada hari senin tanggal 31 Oktober 2016, digelar upacara bendera untuk memperingati Hari Oeang Republik Indonesia dan Hari Sumpah Pemuda sekaligus. Diharapakan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan Hari Oeang Republik Indonesia tersebut, terjalin keakrabaan, rasa persaudaraan, rasa kebersamaan dan persatuan diantara KPPN Metro, KPP Metro, KPKNL Metro, KPP Natar, KP2KP Bandar Jaya, dan KP2KP Sukadana serta para Mitra Kerja unit Kementerian Keuangan di daerah.

325 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*