Update Aplikasi GPP/BPP/DPP versi tanggal 08 Januari 2016 ini adalah update aplikasi untuk perbaikan Aplikasi GPP/BPP/DPP tanggal 14 Desember 2015 disebabkan versi tanggal 14 Desember 2015 masih terdapat beberapa eror aplikasi. Bagi satker yang belum melakukan update Aplikasi GPP/BPP/DPP versi tanggal 14 Desember 2015 bisa langsung melompat menggunakan update Aplikasi tanggal 08 Januari 2016 ini. Jadi tidak perlu melalui update versi tanggal 14 Desember 2015 terlebih dahulu.

Update GPP/BPP/DPP ver.08-01-2016

HAL-HAL BARU

1. APLIKASI GPP/BPP/DPP 2016

Setelah dilakukan update maka aplikasi GPP/BPP dan DPP berubah menjadi aplikasi tahun 2016.

2. UPDATE REFERENSI TUNJANGAN BAHAYA RADIASI

Telah terbiti SE Dirjen Perbendaharaan Nomor : SE-48/PB/2015 tentang Tunjangan Bahaya Radiasi bagi PNS yang bekerja sebagai Pekerja Radiasi di bidang Kesehatan. Dan masuk ke dalam kelompok kode 314 .

CATATAN :

  • Dalam hal pekerja radiasi menerima tunjangan jabatan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pekerja readiasi memilih salah satu tunjangan yang lebih menguntungkan
  • Jadi tunjangan fungsional radiasi yang lain seperti contoh tunjangan radiografer maka haru dihilangkan. Termasuk juga tunjangan umum harus dihilangkan.

3. VALIDASI JENIS GAJI UDW/UDT UNTUK APLIKASI GPP PNS KL SELAIN POLRI/TNI

Setelah diterbitkanya PMK No. 208/PMK.02/2015 tentang Tata Cara Penyediaan, Pencairan dan Pertanggungjawaban dana Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Iuran Jaminan Kematian bagi Aparatur Sipil Negara yang bekerja pada instansi Pemerintah Pusat maka pada Aplikasi GPP terdapat validasi jenis gaji 04 (UDW) dan 06 (UDT) pada menu proses perhitungan gaji Untuk aplikasi GPP PNS K/L selain Polri dan TNI. Sebab Uang Duka ini akan diganti dengan Jaminan Kematian (JKM) yang akan dibayarkan oleh PT Taspen (Persero) khusus untuk pegawai yang meninggal TMT 23 Nopember 2015. Jadi jika pegawai tersebut meninggal sebelum tanggal 23 Nopember 2015 masih dapat dimintakan UDW/UDT.

4. PERBAIKAN PADA APLIKASI GPP UNTUK SATKER POLRI/TNI

  • Pada perekaman data pegawai khususnya untuk isian sewa rumah jika PNS POLRI/TNI menempati rumah dinas maka diisi 1. Jika tidak menempati rumah dinas diisi 0. Sebab akan dihitung otomatis oleh aplikasi ketika proses perhitungan gaji. Untuk Polri 2% dari gaji pokok, sedangkan yang TNI 1 % gaji pokok.
  • Aplikasi GPP : Menu Laporan > Cetak Gaji untuk PNS TNI Pemecahan data IWP menjadi 3 seperti halnya prajurit TNI.

5. PERBAIKAN PADA APLIKASI DPP TNI

  • Aplikasi DPP : Menu Laporan > Cetakan gaji. Perbaikan Cetakan Gaji ukuran folio sesuai kertas F4 (Folio). Untuk printer jenis Canon.
  • Aplikasi DPP : Menu Pegawai > Konversi Data. Proses Konversi khusus data keluarga (dapat dilakukan terpisah). Misalkan pada awalnya konversi hanya data pegawai dulu, lalu proses berikutnya data keluarga (bisa tidak bersamaan).
  • Aplikasi DPP : Menu Gaji > Proses Perhitungan Gaji. Perbaikan Validasi Masa Pensiun Gol I (Tamtama) dan II (Bintara), walaupun menjabat fungsional (Misalkan Dokter Muda 58 Tahun) tapi untuk Prajurit TNI tetap maksimal umur pensiunnya adalah 53 tahun.
  • Aplikasi DPP : Menu Pegawai > Tombol Perubahan > Pilih SK Terdefaut. Kedudukan MPP diberikan Tunjangan Umum (opsional – bisa dapat (1), bisa tidak dapat (2)). Di lingkungan TNI untuk Prajurit yang MPP dapat diberikan tunjangan umum.
  • Aplikasi DPP : Menu Pegawai > Tombol Keluarga > Isian Anak Cacat. Update Validasi Anak Cacat (tertanggung). Jadi untuk anak cacat tidak ada batasan umur 25 tahun (dewasa) tertanggung terus.
  • Aplikasi DPP : Menu Pegawai > Konversi Data : Penambahan Konversi Data Pegawai/Personil khusus untuk Pegawai/Personil Baru dalam Jumlah Besar (Misal: Satker PUSDIK, dsb). Konversi yang tidak menimpa, tapi khusus untuk satker Pusdik.
  • Aplikasi DPP : Menu Kirim > Kirim Gaji Per Anak Satker. Untuk pegawai yang pindah ke anak satker lain namun masih dalam lingkup SATKER YANG SAMA. Maka pengiriman gaji ke anak satker induk (anak satker asal) pegawai pindah tersebut tidak terbawa.
  • Aplikasi DPP : Menu Pegawai > Terima Gaji Per Anak Satker. Pada Anak Satker Induk (penampung gaji dari anak satker lain) akan menghapus data pegawai yang non aktif di anak satker lama. Jadi hanya pegawai yang aktif di anak satker yang baru yang akan direstore di anak satker induk.
  • Aplikasi DPP dan GPP : Menu Laporan > Cetak Gaji > Tombol Penggabungan Rekap. Perbaikan Penggabungan rekap gaji seluruh anak satker untuk nomor gaji yang sama namun beda anak satker. Jadi Nomor gaji bisa sama untuk berbagai anak satker.
  • Aplikasi DPP dan GPP : Menu Gaji > Kekurangan Gaji. Perbaikan perhitungan kekurangan gaji, dengan menambahkan selisih perhitungan Sewa Rumah Dinas. Sebab di lingkungan TNI sewa rumah dinas adalah 1 % dari gaji pokok, sedangkan di lingkungan Polri potongannya adalah 2% jadi kalau ada kekurangan gaji pokok karena Kenaikan Pangkat atau KGB atau Perubahan Tarif Gaji Pokok maka akan muncul selisih kekurangannnya.
  • Aplikasi DPP : Menu Pegawai > Data Pegawai > Tombol Perubahan > SK Terdefault. Personil Skorsing (kedudukan ’09’) bisa dapat atau tidak menerima Tunjangan Umum & potongan gaji pokok sementara diisi dengan NOL (belum ada potongan gaji pokok). Karena di lingkungan TNI ada semacam persiapan hukuman disiplin dengan kondisi belum dipotong gaji pokok, ketika sudah final keluar KEP pemotongan gaji baru bisa diisikan potongan gaji pokoknya.
  • Penyempurnaan menu Nomor Urut Pegawai
  • Perbaikan Cetakan KU 107 terkait MAK UDW/UDT (Personil TNI 511242, PNS TNI 511192 PNS Biasa 511147)
  • Perhitungan ULP untuk Gaji Terusan mengikuti jumlah hari kalender bulan bersangkutan
  • Perbaikan Cetakan Daftar Kekuatan dan Banding Kekuatan – KU 102 untuk jumlah keluarga dan jumlah total.

310 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Pelayanan Online
omspan
hai-djpbn
e-rekon2016
setor pajak online
setor pnbp online
Materi Ujian Sertifikasi
Materi Ujian Sertifikasi
Data Kunjungan
  • 4.178
  • 22.939
  • 93.579
  • 1.437.497
  • 1.437.497
  • 388.571
  • 17 September 2018